Penglihatan Lebih ( Part 13 ) Kembalinya Mbah Bram | Cerita Campur
Breaking News
Loading...

Penglihatan Lebih ( Part 13 ) Kembalinya Mbah Bram

Cerita Campur - Kembalinya Mbah Bram

Sekarang adalah Hari sabtu dimana cuman ada ekskul doang pada hari itu karena ane salah satu atlit di bidang Badminton jadi ane di minta untuk masuk badminton oleh sekolah dan ane mengiyakan, begitupun dengan Nanda, Tiara dan Dimas mereka sih ngikut aja walau bukan atlit memang ekskull ini terbuka. Ane bangun jam 7 pagi dan siap-siap ke lapangan sekolah karena latihan rutin adalah paginya lari di lapangan setelah itu baru ke lapangan bulutangkis untuk latihan fisik indoor, ane liat Mbah Yo tiduran di lantai selayaknya Macan, ane lagi rapihin tas Badminton buat di bawa. Setelah siap ane berangkat menuju sekolah karena kebetulan lapangannya deket sekolah. Sesampainya disana ane masih sendiri dan ane peregangan sendirian sambil menunggu yang lain ane bawa sepatu 2 sepatu badminton dan sekarang yang ane pake itu sepatu lari. Gak lama si Tiara dateng duluan.




"hai cowoooo" kata Tiara senyum
"lah elu lagi" kata gue senyum
"ih gitu banget sih ga kangen apa" kata tiara manyun
"gak, jangan manyunlah jelek senyum dong" kata gue
"hemmmmm" dia senyum
"nah gitu kan cantik" kata gue senyum
"aku cantik? aku cantik dan?" kata dia seneng
"ga jadi gue keceplosan" kata gue
"asik hiii ganteng deh" kata Tiara seneng

Emang sih dasarnya gue sama Tiara sering bercanda tapi kadang suka geli kalo perut ane di colek-colek dia dan tentu aja pas mau latihan Mbah Yo gue umpetin kan sementara dia sama gue dulu selama Mbah Bram lagi sama uwa ane. baru beres pemanasan tiba-tiba si Nanda sama Dimas dateng"

"ehem ehem udah berapa lama berdua" kata dimas
"hemmm ada yang harmonis" kata nanda
"emang situ engga ya" kata gue
"tau apaan sih orang ngobrol biasa aja" kata tiara mukanya merah
"alahhhhh ga usah boong napa, jujur dong jujur" kata dimas
"mendingan lu pemanasan sebelum kita lari entar cape duluan lagi ah, dari pada bawel lu ga guna" kata gue
"iya iya kalemlah nih gue baru mau pake sepatu" kata dimas
"cepetan jangan lama" kata gue 

Setelah kita ber 4 pemanasan ga lama datenglah beberapa anak lagi ada beberapa kakak kelas ada juga sih yang cantik tapi ga tertariklah kakak kelas gitu ya, mana itu gue masih kecil lagi bisa apa coba. setelah semua pemanasan lalu pelatih dateng dan kita semua di suruh lari di luar seperti biasa di lapangan yang letaknya 200 m dari sekolah disitu lapangan seluas lapangan bola persis. saat kita lagi lari gue ngerasa ada yang janggal. Gak lama bener aja dimas nyolek gue. 

"wil liat belah sana itu anak yang kemarin kan?" kata dimas
Ane perhatiin di sebrang sana bener itu anak yang kemarin dan ada 3 orang yang 2 itu yang kemarin jinnya kita binasakan yang 1 kayaknya anak baru dan kayak bosnya gitu deh ya. 
"iya itu yang kemarin tapi yang satu siapa yak" kata gue
"gatau gue juga baru liat" kata Dimas
"siap siap aja kita kena grebek" kata gue
"siap komandan" kata dimas senyum

Kita lanjutin lari tapi tetep waspada posisi Tiara dan Nanda ada di belakang kita lari juga kayaknya mereka ga denger kita ngomong deh. Setelah lari pelatih menyuruh kita semua balik ke lapangan Indoor tapi gue dan Dimas ga balik kesana kita pura-pura duduk di lapangan dan pura-pura cape karena gue pengen tau mereka mau ngapain, lagi pura-pura cape si Tiara sama Nanda nyamperin kita.

"heh kalian ngapain duduk sini ayo ke lapangan"kata Tiara senyum
"tuh liat belah sana" kata Dimas

mereka berdua noleh ke arah anak-anak itu yang gue liat mereka ber 3 mulai jalan ke arah kita. 

"yahhh masa berantem lagi sih" kata Nanda
"gapapa nan dari pada pas pulang malah lebih berabe mending sekarang di beresin" kata gue
"udah ih kita ke lapangan aja cepettttt" kata Tiara panik
"ga usah panik napa bener kata wildan dari pada nanti repot mending sekarang beresin" kata Dimas

gaklama kita sedang ngobrol bener aja tiba-tiba tuh 3 anak kucing dateng.

"Tuh bang yang kemarin bunuh peliharaan kita bang" kata anak yang punya macan hitam kemarin
"iya tuh bang kemarin dia ngebinasain punya gue juga" kata yang punya bayangan hitam.
"EH WOI BOCAH TENGIK KEMARIN LU YANG NGEBINASAIN HEWAN TEMEN GUE YA" kata nih orang yang jalannya paling depan

Tiara dan Nanda kita suruh lari ke arah yang agak jauh soalnya gue ngerasain kalo ini orang cukup kuat. 

"hemmmmm gue gak inget tuh bang emang iya ya?" kata dimas santai dan senyum
"GAK USAH BELAGA BEGO LU BOCAH" kata tuh orang
"sumpah bang gue pikun gue ga inget" kata gue sambil ngencengin iketan sepatu
"LU MASIH BOCAH AJA UDAH PUNYA ILMU BEGITUAN" kata tuh orang
"lah situ masih belom punya KTP juga udah punya" kata dimas 
"YEEEEE BENER LU YA ANAK ANJING" kata dia tiba-tiba ngeluarin Bayangan juga tapi lebih besar dan lebih pekat dari yang kemarin oke e gue simpulin jin hitam nih.
"wihhhhhh monsternya keren bang" kata ane tepuk tangan
"keren keren gede banget ya takjub gue" kata dimas juga tepuk tangan 
"MATI LU SAMA PELIHARAAN GUE ANJING" kata tuh boss
"hemmmm gue gak yakin sih" kata dimas dan tiba-tiba keluarlah Nyai Gun
"umur gue masih panjang kayaknya bang" kata gue keluarlah Mbah Yo

dan gue liat dari tingkah "temen-temen" kita kayak agak ragu, tapi gue mau berusaha dululah apapun yang terjadi.

"ANAK ANJING MASIH SONGONG AJA SERANG!!!!" kata nih orang nyuruh yang katanya peliharannya sih.
"gak masalah bang, Nyai" kata dimas dan nyai Gun meluncur
"Mbah olahraga gih" kata gue dan Mbah Yo meluncur juga.

setelah terjadi peperangan kecil Nyai Gun dan Mbah Yo terpental. 

"Dek Jin ini terlalu kuat" kata Nyai Gun
"Gimana nih WIl?" kata dimas sedikit cemas
"Iya dek jinnya terlalu kuat buat kita" kata Mbah Yo
"usaha aja dulu Dim ga ada salahnya kan, semakin lu ragu semakin lemah elu" kata gue ke dimas sambil senyum
"Okay my brother, coba lagi Nyai" kata dimas dan meluncur lagi begitupun dengan Mbah Yo

segala usaha "teman" kami coba mulai dari mengikat tuh bayangan sama ularnya dimas sampai serangan bertubi-tubi nya Mbah Yo tetap terpental dan seperti ga bisa di gores sedikitpun sama kekuatan "teman" kita dan disini ane mulai mikir "beneran mati gue hari ini" kata gue. setelah Nyai Gun dan Mbah Yo terpental terakhir dan sepertinya mereka berdua mulai kehabisan tenaga.

"HAHAHA GA MEMPAN PELIHARAAN LU BERDUA TAU GA!!!!" kata tuh boss
"Kita kurang kuat buat ngelawannya dek" kata Nyai Gun
"Kita harus gimana Dek" kata Mbah Yo kehabisan tenaga 
"Will gimana ini tuh jin kuat bener soalnya di gebukin aja ga mati" kata dimas makin cemas
"gue gatau bro gue bingung juga ini, kalian semua kehabisan tenaga?" kata gue
"iya dek wildan saya kehabisan energi hampir habis" kata Mbah Yo
"Saya juga dek sudah hampir habis" kata Nyai Gun
"BENERAN GUE BUNUH LU BERDUA SEKALIAN SAMA PELIHARAAN LU" kata tuh boss
"Will kita mesti gimana ini" kata dimas cemas
gue muter otak berkali kali gue ga nemu caranya harus gimana dan gue cuman bilang dalem hati "gue harus gimana lawan jin bangke ini".
"saya sudah tidak sanggup dek" kata Mbah Yo

Sejenak ane mulai pasrah karena kedua temen kita juga udah kehabisan tenaga dan dimas udah khawatir bakalan kalah. tapi gak lama ada suara dari belakang ane.

"Tapi saya bisa dek" suara dari belakang

Ane nengok kebelakang ternyata MBAH BRAM. gue kangen sama Mbah Bram.

"wih temen lu balik wil" kata dimas seneng
"Makasih Mbah Yo sudah Bantu dek Wildan" kata Mbah Bram
"sama sama Mbah Bram ini tugas saya" kaya Mbah Yo menunduk ke Mbah Bram ane seneng disini
"Dari mana aja Mbah wisatanya udah?" kata ane senyum
"maaf membuat dek wildan menunggu saya kemarin di suruh meditasi sama dek Mila (Uwa gue)" kata Mbah Bram
"Mbah yakin bisa kalahin tuh jin" kata ane sedikit ragu
"Bisa Dek ilmu saya sudah bertambah" kata Mbah Bram
"bagus deh Mbah saya ikutan seneng" kata ane dan Mbah Bram diri tegak di depan ane
"Kapan kita serang dek" kata Mbah Bram nengok sedikit 
Kata-kata itu buat ane senyum dan membangkitkan rasa PD ane, "Dim istirahatin aja Nyai Gun biar gue yang maju, siap Mbah?" kata ane
"lu yakin nyet?" kata dimas masih ragu
"yakinlah "temen" gue udah dateng, hajar mbah!!!" kata ane dan Mbah Bram berlari dan tiba-tiba berubah ada api birunya jadi...

Pengelihatan Lebih (Horor, Petualangan)

BOMMMMMM sontak gue kaget dengan perubahan Mbah Bram kali ini sedangkan 2 teman kita ga ada aura ini dari tadi dan Mbah Bram berlari cepat ke arah itu jin.

"wihhhhh temen lu keren Wil" kata dimas
"gue juga baru tau Dim" kata gue kaget asli muka gue bego kali waktu itu

Mbah Bram menerkam itu jin dan baru kali ini ane lihat tuh jin terjatuh dari titik kakinya berdiri dan setelah setangan tadi sepertinya jin itu berusaha diri sedangkan Mbah Bram siap menerkam lagi seperti menunggu musuhnya bangun.

"Mbah dia jatuh kenapa ga di hajar" kata ane dalem hati
"saya tidak mau melawan musuh yang jatuh dek" kata Mbah Bram melihat ane
"wih keren belajar dari mana Mbah" kata ane
"dari dek Wildan saat latihan beladiri selalu menunggu lawannya bangun" kata Mbah Bram
"Boleh juga Mbah ati ati Mbah" kata ane 
"baik dek wildan ini bisa saya atasi" kata Mbah bram 

Tuh jin diri tegak kembali dan di terkam berkali kali oleh Mbah bram, di cakar, digigit dan di apalah ane gatau sepertinya banyak luka dan jin itu jatuh kembali.

"liat sekarang ada yang jatuh kan" kata dimas mulai PD
"ANAK SETAN WOIIII BANGUN JIN PAYAH MASA KALAH SAMA MACAN BEGITUAN" kata tuh bos

ane cuman nyengir liat dia ngomong gitu soalnya dia terlalu menekan jinnya sedangkan jinnya sudah terluka banyak dan ane pasang strategi baru.

"dim masukin Nyai ke badan lu" kata gue
"buat apaan nyet" kata dimas liat ane
"udah nurut aja" kata ane dan Mbah Yo masuk ke badan ane
"oke oke sip" Nyai Gun juga masuk ke badan Dimas dan gue sudah siap pasang ancang-ancang buat menyerang.

setelah Jin itu bangun berdiri cukup tegak Mbah Bram siap untuk menerkam jin hitam pekat itu lagi walaupun badannya besar dan tinggi sepertinya ga sebanding sama Mbah Bram yang sekarang.

"Mbah abisin sekarang bisa mbah" kata ane dalem hati
"Baik dek" kata mbah bram

Lalu Mbah bram melancarkan serangan terakhir dimana Mbah Bram menerkam leher jin itu dan sepertinya jin itu kesakitan spontan pada momen itu ane langsung berlari kepada pemilik jin itu dan dimas ngeliat ane berlari dia mengikuti ane menyusul. apa yang gue target? yap nonjok perut dan Dimas sepertinya mengarah mukanya. Seiring ane mau nonjon Jin hitam itu sudah lenyap oleh Mbah Bram dan ane juga dimas langsung hajar di kampret belagu ini. lalu dia terpental jauh.

"huuuuu gila tenaga gue kenceng banget" kata dimas
"itu dia rencana gue dari tadi" kata gue senyum
"boleh juga ide lu" kata Dimas

Gue liat Mbah Bram diri di samping ane dan anak yang gue pukul tadi ga bisa bangun tiduran batuk-batuk berdarah dan 2 anak lainnya melarikan diri dari tempat. Ane, Dimas dan Mbah Bram yang sudah padam api birunya nyamperin ini anak jalan santai dan gak lama denger satu teriakan cukup keras.

"STOPPP SUDAH CUKUP" kata suara dari arah belakang

ane tengok ternyata papanya Dimas ada disini sepertinya baru sampai.

"papaaaaa ngapain disini" kata dimas emang konyol orang tua dateng bukannya seneng
papanya berlari menuju kita berdua. "kalian gak apa apa kan?" kata papanya dimas
"gapapa pah ah baru aja olahraga" kata dimas
"gapapa om kita baik-baik aja berkat Mbah Bram" kata ane senyum ke Mbah Bram dan Mbah Bram melihat ane seperti senyum.
"bagus deh, buat kamu nak maaf ya om harus ngeluarin ilmu kotor kamu" kata papanya dimas
"AGHHHHH SAKITTTT ANJINGGGGG" kata tuh anak pas dadanya di pegang sama papanya dimas

terlihat papanya dimas seperti membaca sesuatu sehingga ini anak kesakitan dan gak lama anak ini menangis.

"dah sekarang kamu sudah bersih lebih baik pergi" kata papanya dimas sedangkan tuh anak di bantu sama 2 temennya yang tadi mereka udah ga berani melototin gue sama dimas lagi.

"pah pah Mbah Bram kren tadi papa ga liat sih" kata dimas seneng
"iya papa tau kok, makasih ya nak wildan" kata papanya dimas ngelus kepala ane
"iya om gapapa kok kan partner om" kata ane senyum
"yaudah nanti abis latihan kalian ikut ke rumah Om ya" kata papanya wildan.

Setelah itu si Tiara dan Nanda datengin kita berdua biasa cerewet kaya emak-emak

google+

linkedin

About Author
  • Berawal Dari Coba coba, Hingga menjadi hobi yang menyenangkan. Dan kini tetep akan berkarya mulai dari sekarang, kini dan nanti hingga keadaan yang mengakhiri. Read More

    0 komentar:

    POST A COMMENT

     

    Google+ Followers