Penglihatan Lebih ( Part 67 ) Dibalik Mimpi | Cerita Campur
Breaking News
Loading...

Penglihatan Lebih ( Part 67 ) Dibalik Mimpi

Cerita Campur - Dibalik Mimpi

Setelah melakukan sedikit permainan konyol dan matahari sudah tinggi dari pada kulit jadi perih kita semua menuju suatu tempat makan, seafood tentunya. Dengan sifat keibuannya tiara mengambil buku menu yang ga ada harganya disitu, bagus harga nembak nih ga lucu kan. 

“ahhhh akhirnya makan juga gue laper banget asli” kata dimas
“perut lu emang ga pernah puas, awas nih menu ga ada harganya” kata gue
“lah kok kamu tau yank? Kan aku yang pegang menunya” kata tiara
“taulah pokoknya” kata gue
“kamu pernah kesini?” kata tiara
“enggak, udah pilih aja dulu” kata gue
“yaudah pada mau apa?” kata tiara
“aku udang tepung, cumi tepung, nasi sama es teh yank” kata gue
“oke, nanda mau apa?” kata tiara
“kita makan kepiting gimana ra?” kata nanda
“wah asik tuh, boleh ya yank?” kata tiara
“sok aja kenapa minta izin dah” kata gue
“tapi kamu ikutan makan ya” kata tiara
“oke abis itu beli obat ya” kata gue
“lah kenapa emang yank?” kata tiara
“gue alergi kepiting, tapi gue bisa kok makan ga masalah” kata gue
“obatnya apaan?” kata tiara
“nanti di apotek disana beli aja aerius” kata gue
“oke yank, kita kepiting ya nan?” kata tiara
“iyaaaa asikkkkk” kata nanda
“aku juga deh ra sekalian” kata icha
“asik banyak yang makan kepiting” kata tiara
“gue ikan aja ra, gurame bakar enak tuh” kata dimas
“gue samain sama wildan aja” kata martin
“oke deh minumnya samain aja kali ya” kata tiara
“oke sipppp” kata semuanya
“wil beli obatnya berapa? Sini gue beliin sekalian gue mau keindomaret beli pulsa” kata martin
“beli aja 4 butir” kata gue
“lah banyak amat emang segitu banyak lu minum?” kata martin
“kaga lah bisa OD gue, di apotek ga bisa beli 1 butir minimum tuh 4” kata gue
“ohhh oke deh” kata martin diri dan pergi

Sambil menunggu tiara menulis semua pesanan, dan martin balik dari apotek dan keperluan lainnya gue melamun atas mimpi gue setelah yang di kasih lihat sama gue, gue tatap tiara entah mimpi itu bener apa engga., gue cuman bisa berharap kalau mimpi itu bohong, tapi selama ini semua yang gue lihat itu memang menurut alur apa yang gue lihat, asli gue udah gila sendiri. Setelah tiara selesai menulis dia memanggil seseorang yang jaga toko makanan ini.

“mas” kata tiara

Dan datanglah orang yang di maksud oleh tiara ini.

“iya ka” kata mas mas ini
“ini daftarnya” kata tiara 
“oh iya ka” kata mas mas ini menerima secarik kertas itu
“eh mas sebentar” kata gue
“ada apa mas? Ada yang mau di tambah?” kata mas mas ini
“harga kepiting berapa mas?” kata gue
“120RB mas” kata dia
“buset, serius tuh mas?” kata gue
“iya mas disini harga kepiting segitu di samain” kata dia
“yakin mas bukan 80RB?” kata gue
“iya mas bener segitu disini” kata dia
“boleh saya ketemu sama ownerny?” kata gue
“wah lagi ga bisa di temui mas” kata dia
“itu yang di belakang kasir siapa kalo gitu?” kata gue senyum
“hemmmm anu mas” kata dia
“yaudah yaudah panggil geh” Kata gue
“iya mas sebentar” kata dia

Dia pergi menuju orang yang gue maksud dan tidak lama datanglah martin dengan pelastik belanjaan yang isinya tidak banyak dan obat yang gue maksud. Tidak lama juga datanglah laki laki tadi dengan orang yang gue maksud.

“iya dek ada yang bisa kami bantu?” kata bapak-bapak ini senyum ke gue
“ahhh engga pak saya mau konfirmasi aja, kepiting disini bener harganya 120RB?” kata gue
“ahhh engga dek, 80 an kok semuanya sama” kata dia
“OHHHHH 80 RB” kata kita semua serentak ngeliat orang yang bilang harganya 120rb
“gak pak kita mau nanya aja” kata gue
“ga ada yang bilang 120 soalnya de disini 80an kepitingnya, ambil berapa de kepitingnya?” kata bapak ini
“ambil 2 aja pak kalo gitu” kata gue
“oh baik de, itu saja?” kata dia
“iya pak sementara itu aja dulu” kata gue

Bapak bapak pemilik itu pergi bersama penipu kelas kepiting tadi, kayaknya sih pengen di tilep duitnya nanti sama dia, pinter yah.

“wil lu gimana bisa tau kalo dia nipu?” kata nanda
“ada dehhhhh” kata gue nyantai
“iya mana harga yang lu sebutin sama persis lagi” kata icha
“iya pokoknya ada deh, anugrah mungkin” kata gue
“si kampret ini banyak rahasia memang” kata dimas
“mending siap siap makan kan yah” kata gue
“yaudah deh aku ke WC dulu ya, cha temenin” kata tiara
“yaudah deh ayo” kata icha

Setelah icha dan tiara beranjak dari meja makan, gue menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan kepada orang yang tersisa di meja makan ini apa yang terjadi sama gue setelah mimpi itu.

“oke kayaknya kita mesti cariin tiara kerjaan deh” kata gue
“hah emang kenapa wil?” kata nanda
“pokoknya kita mesti cariin dia sama kakaknya kerjaan secepat mungkin” kata gue
“oke kata kata lu mulai aneh nyet, jelasin sama kita-kita” kata dimas
“jelasin gimana nih?” kata gue 
“eh nyet, gue tau lu ya, gue udah bertahun-tahun sama lu jadi gue jelas jelas tau apa yang ada di pikiran lu, apa lagi kalau lu beda” kata dimas
“oke oke gue jelasin deh gue punya waktu 10 menit sebelum tiara dateng” kata gue
“jelasin aja santai asal jelas” kata martin 
“oke, lu semua inget kan kejadian gue mimpi itu?” kata gue 
“jelas inget nyet itu sehari yang lalu” kata dimas
“nah, nan lu inget kan pas malem malem gue bangun tiba-tiba dan lu samperin gue, inget?” kata gue
“jelas wil itu malam yang sama baru semalem malahan” kata nanda
“lu berduaan sama wildan?” kata dimas
“gak bertiga sama mbah bram” kata nanda
“kalem gue ga macem macem juga ga demen gue dim gue mau jelasin nih, jadi ga nyet” kata gue
“yaudah yaudah lanjut” kata dimas
“itu gue mimpi beda lagi nan, gue mimpi tentang tiara dimana tiara sama kakaknya nangis dan di sisi lain yang gue liat ga jauh dari mereka itu (sensor sensor sensor) gitu” kata gue
“ah becanda lo anjing gue merinding tai” kata dimas
“wil wil jangan becanda itu mimpi doang” kata nanda
“gue memang berharap itu mimpi,tapi gue bisa bedain mimpi dan pengelihatan, dan setelah mimpi pertama itu sebelum yang tiara, gue jadi bisa baca pikiran orang, kontak batin sama orang yang punya kelebihan khusus juga, dan melihat masa depan sedikit walau masih samar-samar tapi gue yakin bisa di tingkatin” kata gue
“oke kasih kita contoh lain biar kita yakin itu adalah pengelihatan” kata martin
“oke, inget pas main game kecil tadi?” kata gue
“yap” kata martin
“gue bilang dimas bakal di gampar kan? Karena sebelumnya beberapa menit sebelum terjadi gue liat kejadian itu dan sama persis, terus pas tadi harga kepiting” kata gue
“iya juga sih” kata martin
“contoh lain nyet” kata dimas
“contoh lain? Haha, tiara dan icha bentar lagi dateng setelah gue ngomong ini dan mereka berdua teriak-teriak nyanyi lagu i believe i can fly terus lu bilang anjing” kata gue
“bohong tai” kata dimas

Tidak lama setelah gue beres ngomong, bener aja tiara dan icha dateng setelah dari WC dan nyanyi lagu apa yang gue maksud tadi.

“ANJING” kata dimas
“pssssttt pada pasang muka bego please” kata gue
“iya iya, nanti kita lanjut” kata nanda berbisik

Setelah penjelasan yang simple itu makanan datang beserta minumannya, dan kita menyantap hidangan atau rejeki yang ada di atas meja makan. Setelah makan kepiting yang nikmat ini sedot sana sini (asli gue kalo inget makan kepiting jadi ngiler), gue harus cepet cepet minum obat, tapi baru juga beberapa kali nelen daging kepiting, beberapa bagian badan gue sudah merasakan gatal-gatal, ya kan gue alergi.

“aaahhh gatel” kata gue
“napa yank alerginya cepet amat” kata tiara
“ya emang begini” kata gue
“mau di minum sekarang?” kata tiara
“nanti aja kalau makannya udah beres yank biar sekalian” kata gue
“oke deh yank, ihhh kok bentol-bentol tangan kamu” kata tiara
“emang begini reaksinya, kalo ga minum nanti bisa sebadan kaya bengkak dan kepala pusing, hampir sama kaya keracunan” kata gue
“yaudah nanti minum ya abis makan” kata tiara
“iya iya” kata gue




Semakin lama jeda gue ga meminum obat saat mulai merasa gatal tentu makin besar juga alergi yang di timbulkan bisa sebadan, dan kalau sudah sebadan kena itu gue harus di suntik, obat pil udah ga mempan soalnya masuknya udah pembengkakan dan keracunan, kalau masih bengkak dini ini masih bisa minum obat, kenapa jadi curhat kesehatan sih dokter juga bukan.

Oke selama di pelabuhan ratu kabar baiknya kita semua ga kenapa-kenapa walau gue sama dimas sama sama pakai kolor ijo (iyalah dia pake kolor di rumah gue) dan memang ga ada apa-apa sih sebenernya, gue masih memikirkan pengelihatan gue dimana pengelihatan itu tentang tiara dan gue merasa prihatin yang cukup besar buat dia dan kakaknya apapun itu, gue sungguh berniat pengen nyariin dia kerjaan secepat mungkin sebelum terlambat karena entah kapan itu akan terjadi namum perasaan gue itu terjadi dalam waktu yang cukup dekat. Pengelihatan gue tidak berakhir sampai disitu.

Apa yang terjadi sama tiara? Tunggu aja.

google+

linkedin

About Author
  • Berawal Dari Coba coba, Hingga menjadi hobi yang menyenangkan. Dan kini tetep akan berkarya mulai dari sekarang, kini dan nanti hingga keadaan yang mengakhiri. Read More

    0 komentar:

    POST A COMMENT

     

    Google+ Followers