Penglihatan Lebih ( Part 84 ) Persiapan Makrab | Cerita Campur
Breaking News
Loading...

Penglihatan Lebih ( Part 84 ) Persiapan Makrab

Cerita Campur - Persiapan Makrab

Sekarang sudah hari kamis dan kita semua berencana buat belanja ini dan itu semuanya buat makrab nantinya, pagi ini memang sudah baik buat gue dan orang tua gue sudah ga berantem lagi, okay good day buat gue. Paginya gue melakukan ritual selayaknya orang normal, guling-guling di kasur beberapa lama terus langsung bangun dan menuju ke wc mandi segala macem (ga usah mikir aneh-aneh). Setelah itu gua lanjutkan untuk makan dan di meja makan banyak banget makanan setelah itu gue kabarin yang lain dan berangkat aja dari pagi jadi jam nongkrong banyak dan ga usah terlalu khawatir. 




Setelah ngabarin semuanya gue siap-siap menggunakan pakaian selayaknya, karena semuanya menjawab “siap” jadi ya gue harus siap siap buat berangkat. Panasin motor dulu biar empuk dah tuh mesin kalo di pake geber geber. Seperti bias ague jemput tiara di rumahnya dan minta izin ke mamanya buat pulang malem dan lanjut ketemuan di salah satu mall terbesar di kota hujan deket tugu kujang. Gue sama tiara nyampe duluan disana dan kita nunggu di tempat toko buku yang ada disitu, dan gue udah ngabarin tiga kampret lainnya.

“mereka lama dah jalannya” kata tiara
“tau kenapa ga mereka duluan yang jalan, kenapa harus kita duluan selalu dan selalu” kata gue
“mereka males kali” kata tiara
“bukan tapi mereka terlalu santai” kata gue
“yaudah aku kabarin mereka dulu ya kalo kita nunggu di deretan buku ini” kata tiara

Dan yang gue lihat adalah deretan buku tentang anak kecil, wait dia pengen punya anak? Gue mikir kejauhan dan terlalu berat kayaknya oke skip.

“yaudah sok aja kabarin aku tunggu di buku otomotif ya” kata gue
“iya oke jangan kemana-mana nyarinya susah nanti” kata tiara
“yaelah tinggal telf aja kali” kata gue
“ga ada pulsa abis” kata tiara
“dasar pelit” kata gue
“bodo weeeee” kata tiara menjulurkan lidah

Gue menuju rak otomotif emang gue udah tertarik sama dunia otomotif dari kecil dan gue belajar sedikit-sedikit tentang otomotif secara otodidak soalnya belum ada yang ngajarin teori sebenarnya. Gue melihat beberapa majalah dan gue tertarik sama satu majalah yaitu ada gambar mobil kesukaan gue, Ferrari dan Lamborghini, 2 merek mobil terkenal dan bagus menurut gue, apa lagi waktu itu udah ada Ferrari aurea dan fxx yang masih prototype dan lambo aventandor prototype sama murgao nya. Keren abis dah, wait kenapa jadi ngomongin ini ya. Oke cukup lama gue disana baca-baca dan gue pindah ke suatu rak buku dimana ada buku yang masih gue ingat yaitu tentang dunia gaib hitam dan putih, gue buka satu buku yang masih di segel (jangan ditiru gue emang bandel) gue buka dan gue baca beberapa part yang penting dan ternyata yang di bilang dan di jelaskan disitu memang ada benarnya dan sama kaya gue atau dimas yang dimana kita hitam dan putih.

Putih lebih ke sabar tapi sekalinya emosi akan meledak tapi hitam memang emosional tapi pada saat emosi besar malah tidak akan bisa berfikir jernih dan hanya ada beberapa orang yang aliran hitam tapi bisa mengontrol itu. Setelah beberapa lama dan beberapa puluh halaman ga lama ada telf masuk, dari dimas.

“woi kampret dimana lo” kata dimas
“di gramedia” kata gue
“lah gue juga sama lo belah mananya” kata dimas
“gue di belah sini” kata gue
“gue udah sama tiara kampret lo ilang” kata dimas
“lahhh oke tunggu depannya gue kesana sekarang” kata gue
“jangan lama” kata dimas
“yooooo” kata gue

Gue tutup telf dari dimas dan gue kembalikan buku yang gue baca tadi dan depannya gue tutup dengan buku lain biar ga keliatan orang gatau gue juga maksud gue apaan pada saat itu emang gue suka iseng sih tangan dan otak gue suka ga singkron. Setelah itu gue berjalan ke depan toko buku dan disana sudah ada 4 lainnya termasuk tiara. Selanjutnya kita semua menuju pusat perbelanjaan yang sekiranya cukup besar untuk membeli sesuatu, entah makanan, cemilan, minuman, dll.

“ambil satu trolly aja biar ramean sama sekali bayar” kata gue
“iya tau kampret” kata dimas
“gas aja terus bos gue pecahin nih pala” kata gue
“peace” kata dimas
“kita beli apa dulu nih” kata martin
“serahkan sama kita” kata tiara merangkul tiara
“bener juga, dah kita ikutin aja dah kemana mereka beli” kata gue
“ladies always” kata dimas
“berisik lo bawel lo laper?” kata martin
“banget” kata dimas
“nanti kita makan ya dan lo yang teraktir” kata martin
“kok gue nyet” kata dimas
“kan elo yang laper duluan” kata martin
“bodo amat” kata dimas

Setelah itu kita semua jalan menuju bagian baju dan gue inget, gue beli beberapa daleman karena beberapa daleman gue udah ga muat dan ada yang jelek jadi harus di ganti beberapa jadi beli 2 pack aja cukuplah, beli beberapa kaos oblong buat ganti merek “pengemudi” dan kita lanjutkan ke deretan peralatan kecil, kita beli 5 senter just in case, dan ga lupa beli battery di depan nantinya. Setelah itu kita ke deretan makanan, beli snack dan apapun.

“yank kamu ambil gih mau snack apa” kata tiara
“kalo disuruh gitu sih ya gue pengen banyak banget” kata gue
“yaudah ambil” kata tiara
“uang gue ga cukup” kata gue nepok jidatnya
“aduhhhh, aku ada udah ambil aja gih” kata tiara
“bener yaaaaaa, ga banyak kok paling ini, ini, ini dan itu” kata gue menunjuk beberapa snack
“ga banyak ya tapi kok bikin bocor” kata tiara
“yeeee jadi boleh ga” kata gue
“yaudah ambil aku ke bagian minuman dulu ya” kata tiara
“oke deh” kata gue

Gue membeli beberapa snack yang gue suka salah satunya Cheetos, yap snack kesukaan gue dari kecil banget, bisa ngerengek gue buat makan begituan doang, emang masa kecil yang indah tapi suram buat orang tua gue, (nanti gue ceritain di side story kehidupan gue kecil yang suram). Setelah itu kita semua digiring oleh para wanita ke bagian parfum, deodorant dll.

“yuk yank kamu sama aku kita beli kebutuhan yang cukup” kata tiara
“ayo dah terserah udah pasrah gue” kata gue
“yok” kata tiara menarik tangan gue

Kita berdua berjalan menuju deretan sabun dan shampoo.

“kamu pake sabun apa yank biasanya?” kata tiara
“tuh yang itu” kata gue menunjuk salah satu merek
“gel?” kata tiara
“iya, kenapa?” kata gue
“yaudah ambil, terus shampoonya?” kata tiara
“gue biasa pake yang kepala dan pundak” kata gue
“yaudah ambil sama kok kita shampoonya” kata tiara
“hah? Kita?” kata gue
“iya kan kita nanti barengankali” kata tiara
“lah lo kira kita sekamar?” kata gue
“lah emang, kita udh punya room sendiri” kata tiara
“hahhhhhhh?” kata gue kaget
“iya masing-masihng pengurus dan divisi udah ada room masing-masing, jadi villanya gede” kata tiara
“lah yang anggota?” kata gue
“ada di ruangan gede entah di ruang keluarga, ruang tamu atau mana tapi luas kok tempatnya” kata tiara
“lah ini serius kita sekamar?” kata gue
“serius beneran” akta tiara

Oke gue keringet dingin, kenapa gue keringet dingin ya, dia liat majalah bayi, dan besok sekamar, oke kepala gue udah ga beres, gue pengen beli baygon 10 botol gue minum sekaligus.

“ini ga becanda kan?” kata gue
“engga, ini sikat gigi buat kita berdua” kata tiara sambil masukin barang ke trolly
“becanda lo pasti” kata gue
“engga sayang, ini odolnya” kata tiara
“serius ihhhh” kata gue
“iyaaaaa ihhhhh kamu kenapa sih? Heheheh” kata tiara natap gue terus pergi lagi
“AN-JIR” kata gue rusak kepala gue korslet

Dari pada otak gue rusak gue memasukan salah satu merek deodorant ke belanjaan dan minyak wangi yang gue pilih random kepala gue udah rusak.

“ehhhhh ntar dulu kamu mau beli minyak wangi?” kata tiara
“iyaaaa emang kenapa?” kata gue
“tar jangan yang ini aku pilihin aja” kata tiara
“hah? Dia kenapa sih mbah?” kata gue nunjuk tiara
“saya juga engga tau dek” kata mbah bram
“mbah yin tau?” kata gue 
“saya juga gatau dek” kata mbah yin
“nyai?” kata gue
“….” Hanya menggeleng
“dia seneng buat acara besok sama lo wil” kata nanda nepuk pundak gue dari belakang
“maksud lo?” kata gue
“yaaaa liat aja nanti yah” kata nanda
“yaelah apaan sih?” kata gue
“lu kan bisa liat masa depan kenapa ga pake?” kata nanda
“gabisa lagi error asli, emang apaan sih?” kata gue
“ya dia seneng aja buat besok bahagia” kata nanda
“yaelah” kata gue

Dari kejauhan gue liat tiara melambai ke gue, akhirnya gue samperin dia dan seperti biasa wanita memilih.

“kamu mau yang ini atau ini?” kata tiara memegang 2 kaleng minyak wangi spray
“yang mana yang baunya enak?” kata gue
“kalo kamu yang pake sih baunya sama aja” kata tiara
“bodo amat” kata gue berjalan pergi
“ehhhhh, ngambekan, nih coba cium dulu” kata tiara
“mau yang ini aja” kata gue memilih salah satu
“oke yang ini yah” kata tiara
“iyaaaaa, kamu kenapa sih?” kata gue
“ga papa sayang” kata tiara nepuk pipi gue
“gue rasa dia lagi sakit jiwa” kata gue dalem hati
“ini udah, ini juga udah apa lagi yank?” kata tiara
“apaan lagi? Mana gue tau” kata gue
“ohhhh ya sun cream” kata tiara
“emang kita mau kepantai?” kata gue
“just in case babe” kata tiara
“bodo amat asli bodo amat” kata gue

Setelah belanja beberapa barang kita semua menuju kasir dan tidak lupa beli battery buat senter dan membayar jumlah total yang angkanya 6 digit, perfect. Setelah kita beberapa jauh dari pusat perbelanjaan itu tiba-tiba tiara balik lagi ke dalem.

“eh bentar dulu ada yang lupa” kata tiara
“mau beli apaan lagi?” kata gue
“dah tunggu aja sini bentar doang” kata tiara berlari kecil ke dalem
“dia kenapa sih ada yang tau ga?” kata gue
“sumpah gue gatau” kata dimas
“gue apa lagi… lagi kebelet kali” kata martin
“dibilangin udah sih biarin aja” kata nanda
“gue aneh aja” hehehe

Setelah beberapa saat kembali lagi si tiara dari dalem entah ngapain.

“tadi kamu beli apaan?” kata gue
“ada deh mau tau aja” kata tiara
“coba liat sini bonnya” kata gue
“gak boleh urusan perempuan” kata tiara
“ohhh paling pembalut” kata gue
“ya mungkin” kata tiara
“mungkin?” kata gue
“iya heheh dah ah yuk” kata tiara narik tangan gue

Setelah belanja kita semua langsung makan karena kita semua lapar dan naro barang di mobilnya dimas, dan kita lanjut nonton setelah menonton kita semua pulang dan siap siap buat besok pergi dan kabar baiknya tiara nginep di rumah gue dan bantuin siap siap baju dan barang lainnya, sedangkan dia? Besok paginya sama gue dan kita kumpul di sekolah ramean gue dan lainnya pake mobilnya dimas karena memang berencana seperti itu. Kita berangkat ke sekolah siangnya, dan sore jalan dari sekolah menuju ke puncak bersama yang lain. Yang jadi pertanyaan gue tiara hari ini bertingkah aneh dan care banget dia kenapa yah? Ada yang tau? Oke gue tau… maybe…. Next lah next…..

google+

linkedin

About Author
  • Berawal Dari Coba coba, Hingga menjadi hobi yang menyenangkan. Dan kini tetep akan berkarya mulai dari sekarang, kini dan nanti hingga keadaan yang mengakhiri. Read More

    0 komentar:

    POST A COMMENT

     

    Google+ Followers