Penglihatan Lebih ( Part 74 ) Dadah Icha | Cerita Campur
Breaking News
Loading...

Penglihatan Lebih ( Part 74 ) Dadah Icha

Cerita Campur - Dadah Icha
Hari ini adalah dimana gue dan yang lain bantuin martin putus dari icha, pagi ini gue bangun dengan sendirinya dan 10 menit lebih cepat dari alarm yang gue pasang. Setelah gue bangun seperti biasa gue keluar kamar menuju wc dan ke dapur mengambil minum, saat masuk ke dalam wc gue di kagetin sama sosok cowo yang seram di dalam sana entah gue harus menyebut apa.

“anjir, lu ngapain nongolnya begini” kata gue nunjuk mukanya
“pergi kamu dari sini....” kata dia datar banget
“gak lu yang pergi dari sini gue mau kencing awas” kata gue
“kamu yang keluar dari sini, ini tempat sayaaa...” kata dia
“ini tempat lu wc?” kata gue
“dulu disini ada pohon besar ini tempat saya disini” kata dia
“ya kan sekarang pohonnya udah ga ada bisa pergi ga mas?” kata gue 
“ini tempat saya kamu yang keluar dari sini” kata dia
“nyai lim” kata gue
“iya dek” kata nyai lim
“tarik gih saya mau kencing” kata gue
“baik dek wildan” kata nyai lim
“tarik lagi macan kamu atau saya akan panggil yang lain” kata dia
“panggil lah gue masa bodo gue mau kencing, minggir lu, tarik nyai cepet” kata gue
“baik dek wildan” kata nyai lim menarik setan itu dari hadapan gue dan entah di bawa kemana dan di apain.
“akhhhhh akhirnya bisa pipis juga” kata gue mau buka celana
“sudah dek wildan” kata nyai lim di samping gue
“nyai ngapain disiniiiiii? Saya mau pipis” kta gue
“saya mau laporan sudah mengusir setan itu” kata nyai lim 
“ya nanti aja laporannya, gue mau kencinggggggg” kata gue
“saya mau jangain dek wildan” kata nyai lim
“aghhhhhh keluarrrrr, gue mau kencing masa ngintip” kata gue dorong nyai lim ke luar pintu
“kalo di dalem ada setan lagi gimana dek?” kata nyai lim
“nanti saya panggil lagi deh, mbah brammmmmm” kata gue
“iya dek ada apa?” kata mbah bram
“jagain nyai lim disini saya mau kencing” kata gue
“baik dek” kata mbah bram
“kasih tau nyai lim kalau saya lagi di kamar mandi di larang masuk kecuali saya panggil” kata gue
“baik dek” kata mbah bram

Akhirnya gue bisa kencing dengan tenang, masa macan gue nafsu sama gue, kan ga bener. Setelah gue keluar dari wc gue menuju dapur buat bikin kopi dan nongkrong di luar rumah duduk di teras rumahnya, di temani oleh 2 macan kesayangan gue. Tidak lama datanglah satu partner gue, yaitu dimas duduk di samping gue bersama nyai gun.




“woeee ngapain lu sendirian disini? Ga tidur?” kata dimas
“udah kali bos gue baru bangun” kata gue
“rajin amat tumben udah bangun” kata dimas
“ya bangun sendiri, lu sendiri kok udah bangun?” kata gue
“gatau nyai gun bangunin gue katanya lu disini” kata dimas
“nyai gunnnnnn, emang gue kenapaaa?” kata gue
“sepertinya dek wildan lagi memikirkan sesuatu jadi saya suruh dek dimas menemani dek wildan” kata nyai gun
“saya ga kenapa-kenapa nyai, saya cuman diem doang, astagaaa” kata gue
“berarti saya salah?” kata nyai gun
“ga salah juga sih, ada sedikit pikiran” kata gue
“pikiran apa sih, ceritalah” kata dimas
“kepikiran aja tiara nanti gimana” kata gue
“tiara kan kata lu baik-baik aja” kata dimas
“iya sih dia baik-baik aja, yang jadi masalah, apakah dia siap? Itu keras loh” kata gue
“dia pasti siap, makanya ada kita disamping dia bray” kata dimas
“bener juga ya” kata gue
“yaudah sekarang ga usah di pikirin, pikirin sekarang martin gimana, ini masalah dia depan mata” kata dimas
“tumben lu bijak” kata gue
“anjinggggg, bodo ah sini kopi lu” kata dimas
“nih nih minum dahhhh” kata gue ngasih gelas gue

Setelah ngobrol-ngobrol, mulai ada cahaya matahari dari arah barat (oke kiamat) maksud gue timur, satu persatu mulai bangun dari tidurnya, dan satu persatu mulai mandi untuk persiapan ke sekolahannya icha, dengan segala persiapan hatinya martin buat ngelepas icha dan dapetin cewe baru. Setelah mandi semua, gue, dimas, sama martin manasin motor kita buat berangkat ke sekolah icha, mana motor tiger tuh kalo pagi rada susah nyalainnya., mesinnya gampang banget beku. 

“anjir cape gue nyelah, lama lama gue ganti juga nih motor” kata gue
“emang lo doang, motor kita sama dodol” kata dimas
“gue dong.... hahhahaha” kata martin sok pede nyalain motornya
“coba aja nyetttt” kata gue
“nih liat” kata martin........ motornya gagal nyala
“huahahahhaha mampus ga nyala nyet” kata dimas
“jir kenapa ga nyala” kata martin
“kedinginan juga begooooo” kata gue
“aghhhhhh gue bakar nih” kata martin
“bakar lah, simpel kan, perlu api ga?” kata gue
“anjir sayang nih motor gue” kata martin

Setelah beberapa lama mencoba buat nyalain motor akhirnya nyala juga 3 motor tangguh ini, setelah itu kita semua bersiap jalan ke sekolahannya icha, setelah sekitar 15 menit perjalanan cepat akhirnya sampai di sekolahannya icha dan kita mengambil jarak agak jauh, karena kita bakalan cegat mobil pacar barunya sebelum sampai di sekolah
.
“lu siap ya tin? Bener ya?” kata gue
“bener kali ini gue yakin seyakin yakinnya” kata martin
“oke tunggu aja bentar lagi dia nyampe nih kayaknya” kata dimas
“sampe kok bentar lagi” kata gue
“terus kita ngapain?” kata tiara
“kalian nonton aja, kalau kalian ikutpun bisa apaaa?” kata gue
“bisa ceramahin icha” kata nanda
“telat bodooooo udah kejadian baru nyeramahin, yang ada ga kelar tau ga” kata gue
“tau udah cewe-cewe diem aja, harusnya tinggalin di rumah biar bersih-bersih” kata dimas
“lu kira kita pembantu monyetttttt” kata tiara geplak kepalanya dimas
“anjir cewe lu jahat banget” kata dimas
“mampus” kata gue
“dah yu ah siap siap” kata martin memakai helemnya kembali
“yo dah kita siap siap dah, kita di belakang lu tin” kata gue
“siap bosss” kata martin ngasih jempol

Setelah menunggu beberapa menit dari kejauhan sudah kelihatan bemper mobilnya, martin tancep gas dan kita mengikutinya dari belakang, dan tiba tiba “brukkkkkkk” martin menabrakan motornya ke bemper depan mobilnya sampe lepas, sedangkan motornya ga kenapa-kenapa, bagus banget temen gue kalo lagi emosi emang.
“si martin gila kali ya” kata tiara
“itu temen looooo” kata gue
“temen lo juga dodolllllll” kata tiara
“oh iya” kata gue

Gue sama dimas tetep di motor buka helem, dan si cowo keluar dari mobilnya sambil nunjuk-nunjuk marah, sedangkan icha terlihat kaget saat martin membuka helemnya. 

“WOEEEEE MOBIL GUE LU RUSAK, GANTI NYET” kata dia
“gue ga ada urusannya sama lo, gue ada urusannya sama yang lagi duduk di mobil lu” kata martin nunjuk ke arah tiara
“APA URUSANNYA SAMA CEWE GUE HAH?” kata dia
“tanya aja sama cewe yang ada disana” kata martin
“YANKKKK COBA TURUN” kata dia

Icha turun dari mobil dan dia langsung nangis.

“kam... kamu kok ada disini?” kata icha
“menurut lo” kata martin
“KALIAN ADA APA EMANGNYA” kata dia
“tanya aja sama cewe lu” kata martin
“LO SEMUA MAU MAIN GEBUKAN BAWA TEMEN?” kata cowo itu
“lahhh gue sama temen gue kaga ikutan kita duduk di motor kok” kata gue
“tau lu buta ya, gue duduk di motor, lu bilang ikutan” kata dimas
“jangan bawa-bawa temen gue, lu urusannya sama gue dan cewe lo” kata dimas
“ichaaaaaa, ayo ngomongggggg” teriak nanda
“kalian kenapa bisa ada disini semua?” kata icha
“bukan urusan lo, jelasin ke cowo LO, GUE SAMA LO ADA APA” kata martin
“ADA APAAN SEBENERNYA?” kata cowo itu
“ehhhh, gak ada apa-apa” kata icha
“LU DENGER SENDIRI KAN, GA ADA APA-APA” kata cowo itu
“jirrr sakitnyaaaa” kata gue
“ga ada apa-apa ya, oke, terus ini apa?” kata martin nunjukin sesuatu yang gue rasa foto
“YANKKKK INI ELO?” kata dia
“ehhhhhhh martin, kamu apa-apaan sih” kata icha
“lah lu sama gue udah berapa LAMA?” kata martin
“KALIAN PACARAN?” kata dia
“menurut lo? Di situ udah jelas kan” kata martin
“itu-itu” kata icha
“itu apaan? Itu setan?” kata martin
“jelasin chaaaaa” kata cowo itu
“iya iyaaaaaa..... dia pacar aku” kata icha
“nah DENGER SENDIRI KAN?” kata martin
“ANJIR LU BILANG LU JOMBLO, SEKARANG LU BILANG ADA PACAR” kata cowo itu
“iya aku suka sama kamu” kata icha
“KALAU SUKA JANGAN BILANG LU JOMBLO DONG” kata cwo itu
“jadi selama gue di bogor lu begini ya, okeh, liat sendiri kan” kata martin
“GUE PUTUS SAMA LO, GUE BALIKIN TUH CEWE LO” kata tuh cowo
“dihhhh gue juga ogah buat lu aja” kata martin 
“OGAHHHH SAMPAH” kata tuh cowo
“ada yang mau ga?” kata martin nengok ke kita
“udah ada” kata gue nunjuk tiara
“apa lagi gue” kata dimas
“yaudah tinggalin ajalah, sorry bemper lo rusak” kata martin
“GAMPANG BISA GUE BENERIN, TUH OTAK CEWE ITU YANG GA BISA DI BENERIN” kata dia
“oke nih alamat rumah gue kalau mau claim, sampai malem ini gue disini, besok pagi gue balik ke bogor” kata martin

Si cowo itu mengambil alamat yang di berikan oleh martin dan cowo itu membawa bemper yang lepas dan masuk ke dalam mobil lalu mengunci pintu mobilnya.

“makanya jadi cewe jangan rusak, gue kira lo cewe yang bisa di percaya, gue baik sama lo, tapi gue di giniin, oke bagus” kata martin nunjuk icha
“martin, martin.... maaf aku salah” kata icha
“sorry gue udah ada gebetan baru” kata martin
“yoiiiii temen gue, dah yu” kata gue pakai helem lagi
“dah tinggalin aja” kata dimas pakai helem juga
“dadah masa lalu” kata martin pakai helem dan naik ke motor

Kita semua melanjutkan jalan pulang, kita dadah ke icha sambil jalan dan martin paling kenceng bilangnya “DADAH ICHAAAAA”, setelah itu cowo itupun muter balik dan pergi ga jadi sekolah. Semuanya buyar, icha di tinggal nangis yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari sekolahannya. Setelah agak jauhan martin seperti mengasih tanda kalau dia sudah lega dan kita memberikan tanda selamat, selanjutnya martin membawa kita ke salah satu tempat makan alias cafe gitu, dan kita nongkrong disana.

“cieeee udah lega” kata gue
“haaaa bener asli lega dah, makasih ya bray” kata martin
“kalemmmm” kata gue yang lain mengangguk
“dah kalian mau pesen apa aja gue yang bayarin, sebagai hadiah” kata martin
“hadiah pegat?” kata dimas
“anggep aja begitu” kata martin
“nahhhh kan martin jomblo ya, gimana kalu.....” kata tiara
“nahhhh bener juga” kata nanda
“dimmmmm, mulai lagi kan nih cewe dua” kata gue
“apaan sih?” kata dimas belom konek
“martin jomblo yaaaaa” kata nanda deket martin
“ahhh gue ngerti sekarang, gue pesen air panas deh satu teko” kata dimas
“gue pesen garpuh yang banyak enak ya” kata gue
“ihhhh jahat semua kan martin jomblo mana ganteng lagi” kata tiara
“tenang ajaaaa, gue ga bakal makan jatah lu berdua, gue tau diri kok, lu semua udah keluarga gue, ga bakal gue ambil, lu berdua itu hak cowo-cowo lu” kata martin
“jadi di tolak nih?” kata nanda
“iya di tolak, gue gamau ngerusak” kata martin
“ini baru partner gue” tos ke martin
“yahhhhh padahal pengen sama martin” kata tiara
“sini duduk lagi coba” kata gue 
“gamau ah ngeri” kata tiara
“siniiiiii” kata gue megangin kepalanya biar ga kabur lagi
“dah kalian pesen apa yang kalian suka, abis itu kita pulang dan siap siap ke bogor lagi buat besok” kata martin
“siap bossss traktir nih asik” kata dimas

Singkat cerita setelah nongkrong di cafe kita semua pulang ke rumah dimas, dan tidak lama malamnya si cowo yang tadi pun datang ke rumahnya martin bukan minta pertanggung jawaban atas mobilnya tapi malah berterimakasih atas apa yang udah di kasih lihat kalau dia mendapatkan cewe yang bukan seharusnya dan meminta maaf karena gatau kalau cewe itu punya cowo juga.
Setelah itu besokannya kita semua jalan pulang ke bogor dengan selamat dan ada hal menarik yaitu minggu ini gue ga sekolah di ajak nyokap ke rumah nenek dan mau di ajarin nyetir mobil.... gue nyetir mobil? Oke gimana ceritanya? 

google+

linkedin

About Author
  • Berawal Dari Coba coba, Hingga menjadi hobi yang menyenangkan. Dan kini tetep akan berkarya mulai dari sekarang, kini dan nanti hingga keadaan yang mengakhiri. Read More

    0 komentar:

    POST A COMMENT

     

    Google+ Followers